Elisitasi Kebutuhan

Elisitasi kebutuhan adalah sekumpulan aktivitas yang ditujukan untuk menemukan kebutuhan suatu sistem melalui komunikasi dengan pelanggan, pengguna sistem dan pihak lain yang memiliki kepentingan dalam pengembangan sistem (Sommerville and Sawyer 1997).

Sejalan dengan proses rekayasa kebutuhan secara keseluruhan, elisitasi kebutuhan bertujuan untuk (Leffingwel, 2000) :

  1. Mengetahui masalah apa saja yang perlu dipecahkan dan mengenali batasan-batasan sistem.
  2. Mengenali siapa saja para pemangku kepentingan.
  3. Mengenali tujuan dari sistem yaitu sasaran-sasaran yang harus ada pada sistem.

Tahap elisitasi termasuk tahap yang sulit dalam spesifikasi perangkat lunak. Secara umum kesulitan ini disebabkan tiga masalah, yakni : masalah cakupan, masalah pemahaman, dan masalah perubahan (Nuiseibeh and Eastbrook, 2000).Ketiga masalah tersebut muncul karena (Sommerville, 2007) :

  1. Pemangku kepentingan sering tidak mengetahui apa yang diinginkan dan mengungkapkan keinginannya dalam kalimat yang umum.
  2. Pemangku kepentingan mengungkapkan permintaan dalam istilah bidang pekerjaannya, sehingga perekayasa kebutuhan yang tidak memiliki pengalaman di bidang kerja pemesan harus memahami permintaan tersebut.
  3. Beberapa pemangku kepentingan memiliki permintaan yang berbeda-beda yang dinyatakan dalam cara yang berbeda pula.
  4. Faktor politik dapat mempengaruhi kebutuhan sistem.
  5. Lingkungan bisnis dan ekonomi yang bersifat dinamis.

 

Seorang analis kebutuhan harus dibekali landasan teori ilmu social dan teknik praktik elisitasi kebutuhan yang baik. Ilmu social tersebut antara lain (Nuseibeh and Eastbrook, 2000):

  • Cognitive Psychology, yang menekankan tentang kesulitan seseorang dalam mndeskripsikan kebutuhannya.
  • Antropologi memberikan pendekatan metodologis untuk mengamati kegiatan manusia yang membantu pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana sistem komputer mambantu atau menggangu kegiatan.
  • Sosiologi memberikan pemahaman tentang perubahan politik dan budaya disebabkan oleh kompeterisasi.
  • Ilmu bahasa sangat penting karena elisitasi kebutuhan berkutat pada komunikasi.

Model Elisitasi Kebutuhan
Gambar dibawah ini adalah ilustrasi dari model proses elisitasi dan analis secara umum. Aktivitas-aktivitas yang digambarkan dalam model tersebut diilustrasikan sebagai suatu spiral dimana proses berjalan dari cincin terdalam menuju cincin terluar spiral.

15

  1. Penemuan Kebutuhan. Ini adalah proses interaksi dengan para pemangku kepentingan sistem untuk mengumpulkan kebutuhan mereka. Ranah kebutuhan dari para pemangku kepentingan dan dokumentasi juga didapatkan selama aktivitas ini.
  2. Pengelompokan dan pengorganisasian kebutuhan. Aktivitas ini mengoleksi kebutuhan yang belum terstrukturkan, mengelompokkan kebutuhan yang saling terkait, dan kemudian mengorganisasikannya ke dalam kelompok yang koheren .
  3. Prioritas dan negosiasi kebutuhan. Dalam tahapan ini, aktivitas manajemen yang dilakukan adalah analisis risiko dari masing-masing kebutuhan, yang meliputi penilaian risiko serta identifikasi control yang dapat diterapkan untuk mereduksi risiko dari setiap kebutuhan.
  4. Dokumentasi kebutuhan. Dalam tahapan ini, aktivitas manajemen yang dilakukan adalah validasi dan pengembangan sistem.

Win-Win Spiral Model
Model ini diinisialisasi dengan mengidentifikasi pemangku kepentingan serta menetapkan kondisi-kondisi menang dari masing-masing pemangku kepentingan tersebut. Kemudian perekayasa kebutuhan mendeteksi etiap kemungkinan munculnya konflik dari kondisi-kondisi tersebut dan mengarahkan para pemangku kepentinagan yang terlibat dalam konflik tersebut untuk menemukan resolusinya, baik melalui negosiasi dan kompromi. Dari hasil proses tersebut muncullah spesifikasi sistem, yang merupakan kondisi-kondisi menang yang tidak konflik serta hasil kompromi tadi. Pada akhirnya, setelah para pemangku kepentingan menyetujui atau menyepakati spesifikasi yang telah dibangun bersama, maka proses ini diakhiri. Dari situlah kemudian iterasi baru dimulai kembali.

I*Frame
Kerangka ini memiliki dua komponen utama, yaitu model kebergantungan strategis dan model rasional strategis. Model kebergantungan strategis merepresntasikan sejumlah kebergantungan antar actor-aktor di dalam suatu konteks organisasi. Sedangkan model rasional strategis merepresentasikan kebutuhan-kebutuhan serta perhatian dari para pemangku kepentingan.

16

Langkah-Langkah Elisitasi
Berikut ini merupakan langkah-langkah untuk elisitasi kebutuhan (Sommerville and Sawyer, 1997) :

  1. Identifikasi orang-orang yang akan membantu menentukan kebutuhan dan memahami organisasi mereka.
  2. Menentukan lingkungan teknis kemana sistem atau produk akan ditempatkan.
  3. Identifikasi ranah permasalahan
  4. Menentuka satu atau lebih metode elisitasi kebutuhan
  5. Meminta partisipasi dari banyak orang sehingga mereduksi dampak dari kebutuhan yang bias yang teridenfikasikan dari sudur pandang yang berbeda.
  6. Mengidentifikasikan kebutuhan yang ambigu dan menyelesaikannya
  7. Membuat scenario penggunaan

Viewpoints
Viewpoints atau sudut pandang adalah pihak-pihak yang meminta atau menggunakan layanan yang diberikan atau disediakan oleh sistem. Ada 3 viewpoints yang umum :

  1. Interactor viewpoints yaitu orang atau sistem yang lain yang berinteraksi secara langsung dengan sistem.
  2. Indirect viewpoints yaitu pemangku kepentingan yang tidak menggunakan sistem tetapi mempengaruhi jalannya sistem.
  3. Domain viewpoints yaitu karakteristik ranah dan batasan yang memengaruhi kebutuhan sistem.

CONTOH ELISITASI KEBUTUHAN
Elisitasi Kebutuhan : Penjualan Tiket KA Online

AKTIVITAS

  1. Penemuan kebutuhan – proses interaksi dengan stakeholder untuk mengumpulkan kebutuhan mereka
  2. Pengelompokan dan pengorganisasian kebutuhan – mengkoleksi kebutuhan, mengelompokkan kebutuhan, mengorganisasikan ke dalam kelompok yang koheren.
  3. Prioritasi dan negoisasi kebutuhan – prioritas kebutuhan dan menemukan serta memecahkan konflik kebutuhan melalui proses negoisasi
  4. Dokumentasi kebutuhan – kebutuhan didokumentasikan dan menjadi masukan untuk siklus spriral selanjutnya

LANGKAH ELISITASI

  1. Indetifikasi orang yang akan membantu menemukan kebutuhan dan memahami organisasi mereka. Menilai kelayakan bisnis dan teknis untuk sistem yang diusulkan
  2. Menentukan lingkungan teknis ke mana sistem atau produk akan ditempatkan
  3. Identifikasi ranah permasalahan, yaitu karakteristik lingkungan bisnis yang spesifik ke ranah aplikasi.
  4. Menentukan satu atau lebih metode elisitasi kebutuhan, misalnya wawancara, kelompok fokus, pertemuan tim
  5. Meminta partisipasi dari banyak orang sehingga dapat mereduksi dampak dari kebutuhan yang bias dapat teridentifikasi
  6. Mengidentifikasi kebutuhan yang ambigu dan menyelesaikannya
  7. Membuat skenario penggunaan untuk memantuk stakeholder mengidentifikasi kebutuhan utama

TEKNIK ELISITASI

  • Tradisional
    1. Wawancara
    2. Kuisioner
    3. Observasi
    4. Pengamatan dokumen
  • Elisitasi Berkelompok
    1. Brainstorming
    2. Joint Application Design (JAD)
    3. Prototyping
  •   Model Driven
    1.   Goal Based Method
    2. Scenario Based Method

VIEWPOINT

  1. Sudut pandang
  2. Pihak-pihak yang meminta atau menggunakan layanan yang diberkan atau disediakan oleh sistem
  3. Digunakan untuk mengelompokkan stakeholder dan sumber-sumber kebutuhan lain
  4. Interactor viewpoint – orang atau sistem lain yang bernteraksi secara langsung dengan sistem (nasabah bank)
  5. Indirect viewpoint – stakeholder yang tidak menggunakan sistem tetapi mempengaruhi jalannya sistem (manajemen bank, karyawan keamanan)
  6. Domain viewpoint – karakteristik ranah dan batasan yang mempengaruhi kebutuhan sistem.

17

Latar Belakang :
Seiring dengan pesatnya laju perkembangan terkini dituntut adanya informasi yang cepat, tepat dan akurat sehingga mengakibatkan persaingan yang semakin kompetitif. Ketatnya persaingan dan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang ada menuntut suatu sistem menjadi lebih baik, cepat dan handal dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Sistem jaringan transportasi darat khususnya Kereta Api di Indonesia masih kurang baik, misalnya pembelian tiket Kereta Api masih ada kelemahan dalam mendapatkan tiket Kereta Api.

Dengan itu sekarang PT. KERETA API mengurangi kelemahan tersebut dengan menerapkan sistem informasi pemesanan tiket secara online yaitu pemesanan tiket Kereta Api yang dapat dipesan 30 hari sebelum tanggal keberangkatan dan dapat di pesan di stasiun-stasiun yang telah dilayani dan ditentukan untuk semua tujuan. Dalam rangka pencapaian tujuan perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan masyarakat dengan lebih baik. PT KERETA API (Persero) KANTOR PUSAT BANDUNG berusaha memberikan akses pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa.Transportasi kereta api Termasuk diantaranya kemudahan untuk mendapatkan tiket kereta api dengan dukungan teknologi sistem informasi ticketing online.

Identifikasi Masalah
Dengan adanya masalah yang dijelaskan pada latar belakang diatas maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan sebagai berikut. Masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut:

  1. Untuk proses pemesanan tiket dengan cara menggunakan Kartu Tiket Kereta Api sudah tidak digunakan.karena akan memakan proses yang lama. Sehingga kemudahan yang dimiliki customer menjadi berkurang.
  2. Proses penyampaian informasi mengenai harga tiket dihari atau tanggal sebelumnya tidak dapat di proses, dimana customer ingin mengetahui perbandingan harga tiket sebelum dan harga tiket sekarang dan jenis kelas kereta yang nyaman antara eksekutif ataupun bisnis.

Rumusan Masalah
Seperti yang terdapat pada identifikasi masalah yang sudah ada maka rumusan masalah nya adalah bagaimana cara menganalisis sistem informasi pemesanan tiket secara online agar mempermudah customer untuk memesan dan mendapatkan tiket di stasiun – stasiun dan agen terdekat.

Maksud dan Tujuan
Maksud yang ingin dicapai adalah menganalisis system informasi pemesanan tiket online yang diterapkan oleh pt kereta api Adapun tujuannya yaitu:

  1. Mengetahui sistem informasi pemesanan tiket secara online yang mempermudah dan mempercepat,dan lebih efesien agar customer mendapatkan tiket.
  2. Untuk mengetahui pembelian tiket dapat dilakukan di stasiun mana saja yang sebelumnya telah di tentukan oleh PT. KERETA API (PERSERO)

Batasan Masalah
Batasan masalah yaitu berisi batasan pembahasan masalah terhadap penelitian yang dilakukan. Masalah yang tidak dibahas seputar hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas pengolahan data di PT KERETA API (PERSERO) antara lain :

  1. Penjualan tiket online yang sudah tersedia di wilayah daerah bandung.
  2. Jadwal pemberangkatan dan harga tarif kereta api eksekutif dan bisnis yang berangkat dari daerah Bandung sampai dengan tujuan.
  3. Penjualan tiket kereta api hanya dilayani dan resmi secara langsung yaitu di loket dan reservasi.

TEKNIK ELISITASI
Elisitasi tahap I merupakan daftar yang diperoleh dari hasil pengumpulan data dari lapangan yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mengenai kekurangan dari sistem yang sedang berjalan, dan kebutuhan pengguna sistem yang belum terpenuhi.
18192021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *