Skenario adalah suatu cerita atau narasi yang mudah diakses untuk membuat aplikasi jadi lebih hidup.
Cerita yang mudah diakses membantu target untuk memahami alasan mengapa permasalahan yang hendak diselesaikan oleh sistem tersebut penting, mengapa sistem perlu dibangun segera, dan potensi keuntungan apa yang mungkin didapatkan oleh target. Cerita yang mudah diakses biasanya diambil dari kisah yang sering terjadi di sekitar target.
Fungsi utama dari skenario adalah memungkinkan diskusi yang lebih spesifik (terkuantifikasi, relevan, dan eksplisit) dan berbobot antara pengembang dan pelanggan.
Contoh Skenario (target nasabah bank)
Suatu hari, Budi salah seorang eksekutif muda di surabaya, mendapat telepon dari istrinya yang mengatakan bahwa tagihan telepon, air dan listrik bulan ini belum tebayar, sedangkan uang belanja bulanan sudah habis.
Budi baru menyadari dompetnya masih berisi uang kurang lebih Rp.150.000. Pada hari ini dia harus menghadiri rapat dengan beberapa klien ditempat berbeda,sehingga dia tidak sempat untuk antri mengambil uang ke bank, antri di loket PLN, PDAM dan Telkom. Ketika menolehkan pandangan ke luar jendela kantor, dia melihat ada mesin ATM “Innova”. Sebelum menuju mesin ATM tersebut, ia mengirim sms ke mesin tersebut untuk memastikan apakah mesin bisa dioperasikan atau sedang rusak. Tidak beberapa lama kemudian, ia mendapat balasan SMS dari mesin tersebut yang menunjukkan bahwa mesin dalam kondisi OK dan bisa digunakan.
Budi baru menyadari dompetnya masih berisi uang kurang lebih Rp.150.000. Pada hari ini dia harus menghadiri rapat dengan beberapa klien ditempat berbeda,sehingga dia tidak sempat untuk antri mengambil uang ke bank, antri di loket PLN, PDAM dan Telkom. Ketika menolehkan pandangan ke luar jendela kantor, dia melihat ada mesin ATM “Innova”. Sebelum menuju mesin ATM tersebut, ia mengirim sms ke mesin tersebut untuk memastikan apakah mesin bisa dioperasikan atau sedang rusak. Tidak beberapa lama kemudian, ia mendapat balasan SMS dari mesin tersebut yang menunjukkan bahwa mesin dalam kondisi OK dan bisa digunakan.
Setelah digunakan budi, dalam mesin ATM “Innova” hanya tersisa kas tunai sebesar Rp.1.000.000 yang merupakan batasan minimal cadangan kas tunai dalam mesin. Mesin tersebut mengirimkan SMS ke bagian maintenance dengan memberikan informasi dan warning bahwa cadangan kas mesin tersebut harus segera ditambah.
Dari Cerita Menjadi Rancangan
Metode skenario yang berbasis cerita atau narasi adalah cara yang sangat baik untuk mendapatkan definisi produk perangkat lunak dengan cepat dalam suatu diskusi faktual yang lebih konkret.
Skenario diposisikan dalam pandangan tujuan dan pandangan aplikasi pelanggan yang hendaknya menggabungkan visi pasar yang jelas dengan suatu realisasi pengetahuan (know how). Dan ceritanya diekspresikan seluruhnya dalam istilah kosakata, ilustrasi, gambar dll yang umum bagi target dari cerita tsb.
Pada awal pengembangan proyek, skenario biasanya ditujukan untuk para pembuat keputusan sebagai salah satu kelas pemangku kepentingan yang dibuat sesingkat dan sesederhana mungkin tetapi tepat pada permasalahan utama.
Cerita dalam skenario ditujukan untuk menangkap kasus penggunaan sistem oleh pengguna dari sudut pandang fungsional, dan pastikan skenario dibuat berdasarkan sudut pandang pelanggan, bukan dari sudut pandang pengembang.
Komponen Dalam Skenario
Seorang analis perlu memperhatikan aspek-aspek berikut ketika membuat sebuah skenario (Alspaug dan Anto, 2008)
- Tujuan. Setiap skenario memiliki suatu tujuan yang merupakan obyek yang hendak dipelajari dan dieksplorasi oleh analis sistem.
- Ruang Lingkup. Ruang lingkup dari suatu cerita harus ditentukan dengan baik, untuk membantu memahami keseluruhan konteks dari sistem.
- Sudut pandang pemangku kepentingan. Skenario biasanya ditulis berdasarkan sudut pandang dari sejumlah pemangku kepentingan yang dipilih secara hati-hati. Perhatikan bahwa skenario adalah cara untuk berkomunikasi dengan pelanggan, manajer pemasaran dan ahli lain tentang spesifikasi kebutuhan sistem.
- Visualisasi. Dengan gambar kita bisa mengungkapkan lebih banyak dibandingkan dengan kata-kata. Maka, jika diperlukan kita dapat menambahkan ilustrasi gambar untuk memvisualisasikan suatu objek.
- Singkat, ukuran A4. Usahakan agar skenario dibangun dengan singkat dan sederhana, tetapi mengena terhadap permasalahan yang menjadi kepedulian utama dari pemangku kepentingan yang menjadi target dari skenario tsb.
- Rekursif, dekomposisi dan penyempurnaan. Cerita yang dibangun dari kejadian-kejadian penting yang menceritakan fungsionalitas dan manfaat dari sistem. Kemudian didekomposisi ke dalam segmen lebih kecil untuk memudahkan penanganan permasalahan dan analisis. Kemudian disempurnakan berdasarkan umpan balik dari pelanggan maupun informasi tambahan yang didapatkan dari aktivitas elisitasi.
Parameter Skenario Yang Baik
Dalam menilai suatu skenario, kita sebagai analis harus dapat menentukan baik atau tidaknya skenario dari sejumlah kriteria berikut :
- Accessible dan Understandable. Fungsi utama dari skenario adalah untuk membuat peluang atau kesempatan serta mengkomunikasikan permasalahan dengan semua pemangku kepentingan. Maka skenario harus bisa diakses dan dimengerti oleh semua pemangku kepentingan.
- Important, Valuable, Appealing, Attractive. Peluang maupun permasalahan (ide, produk, fungsi atau fitur) yang direpresentasikan harus signifikan bagi target penggunanya. Peluang atau permasalahan tsb harus memiliki nilai bagi penggunanya.
- Critical, Challengenging. Tujuan dari skenario adalah belajar, mendefinisikan dan menganalisa produk atau fitur baru. Feedback yang diharapkan adalah membantu memperkaya pengetahuan akan ranah sistem.
- Requent, No Exceptional Niche. Seorang analis sistem perlu memfokuskan diri pada jalur utama, yaitu kasus yang sifatnya umum berlaku. Gunakan kasus yang menggambarkan bahwa produk atau fitur akan sering digunakan atau tidak lepas dari kehidupan sehari-hari target penggunanya, misalnya untuk sistem ATM hindari cerita yang berkaitan dengan perampokan atau musibah tornado, karena kesemuanya itu jarang terjadi. Tetapi skenario lain untuk kasus khusus yang sifatnya eksepsional, misalnya berkaitan dengan aspek keamanan, integritas data, reliabilitas dll.
- Specific. Nilai dari sebuah skenario adalah kespesifikannya. Kebanyakan deskripsi dari sistem bersifat sangat generik sehingga seringkali kurang kuat, akan tetapi pada saat yang bersamaan sangat tidak spesifik. Suatu cerita yang baik berpusat pada satu cerita tunggal, hanya pada satu kejadian saja. Cerita yang baik harus sespesifik mungkin dalam berbagai hal. Maksudnya adalah :
- Individu-individu yang berperan dalam skenario sebaiknya memiliki nama, umur dan atribut-atribut relevan lainnya,
- Waktu dan lokasi yang spesifik (jika memang relevan)
- Konten yang spesifik (misalnya “…sedang mendengarkan selama 2 jam lagu Ebiet G Ade”) dsb.

